Rabu, 14 September 2016

ALGORITMA DAN NOTASINYA



Hai semua, kali ini saya akan membahas tentang algoritma dan juga notasinya. Seperti yang sudah saya post sebelumnya, algoritma adalah kumpulan urutan atau langkah yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Maka untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk algoritma ini, diperlukan notasi atau aturan yang mempermudah dan memperjelas langkah yang dibuat. Sebenarnya tidak ada notasi khusus untuk algoritma, setiap orang boleh menentukan notasi seperti apa yang akan dipakai, asalkan harus jelas sehingga dapat dengan mudah dipahami. Namun ada aturan/notasi yang umum dan sebaiknya digunakan dalam penulisan algoritma. Tiga notasi umum itu adalah kalimat deskriptif, flow chart, dan pseudocode.
 Kalimat deskriptif berarti kita menuliskan langkah-langkah itu secara langsung seperti menggunakan kalimat perintah. Tidak ada kaidah khusus, tetapi ada tanda yang biasa digunakan, seperti tanda panah ke kanan(<=). Arti tanda ini adalah nilai di ruas kanan diberikan pada operan di ruas kiri. Contoh penggunaan kalimat deskriptif untuk menghitung keliling segitiga siku-siku :
  1. mulai
  2. masukkan alas
  3. masukkan sudut
  4. sisi_miring <= alas / cos(sudut)
  5. tinggi <= sisi_miring . sin(sudut)
  6. K <= alas + tinggi + sisi_miring
  7. tulis K
  8. selesai
Flow chart adalah cara menulis algoritma dengan menggunakan symbol chart (gambar) dan garis panah (->) Simbol chart menunjukkan fungsi langkah pengerjaan. Sedangkan garis panah menunjukkan alir pengerjaan symbol chart.
Pseudocode merupakan cara penulisan algoritma yang tergolong lebih bebas karena lebih sedikit tata bahasa yang digunakan.  Pseudocode menjembatani antara bahasa manusia dengan bahasa komputer. Contoh  penggunaan pseudocode untuk membandingkan dua bilangan :
Mulai
Baca       data nilai A dan nilai B
Jika         nilai A>nilai B
     tulis “bilangan A lebih besar dari bilangan B
Bukan
      tulis “bilangan A lebih kecil dari bilangan B”
Akhir_jika
Selesai

Selain itu pada setiap algoritma selalu terdiri dari 3 bagian :
  1. Judul
Judul merupakan bagian nama yang menunjukkan apakah teks itu adalah program, prosedur, atau fungsi. Biasanya ditulis secara singkat. Contoh : Program Jumlah_Kehadiran
  1. Kamus
Kamus adalah bagian yang mendefinisikan : nama type, konstanta, variable, fungsi, prosedur, dsb. Nama-nama tersebut baru dapat digunakan jika telah didefinisikan terlebih dahulu dalam kamus. Dalam penulisannya, alangkah lebih baik bila sekumpulan nama dalam kamus dikelompokkan menurut jenisnya. Contoh :
Deklarasi :
Tinggi, Lebar : integer {input}
Keliling : float {output}
  1. Algoritma
Algoritma adalah bagian inti dari suatu algoritma yang berisi perintah-perintah yang mempengaruhi program.
Setiap langkah algoritma dibaca dari atas ke bawah. Urutan penulisan merupakan urutan pelaksanaan perintah. Contoh :
Deskripsi:
input(a,b)                        {menerima masukan 2 buah bilangan}
if a<b                              { operasi kondisional }
x<=a+b                     {x di assignment oleh nilai a dan b}
else
x<=a-b
output(x)                         {hasil keluaran berupa nilai x}

Pada setiap bagian tersebut, apabila ingin ditulisi sesuatu, misalnya komentar. Maka komentar itu harus ditulis diantara tanda{}. Notasi algoritma yang ditulis diantara tanda itu tidak akan diproses oleh program.

Contoh menghitung rata-rata bilangan dengan flow chart :











Daftar Pustaka:
Untoro Wisnu.2010.Algoritma dan Pemrograman dengan Bahasa Java. Yogyakarta : Graha Ilmu
B, Indra Yatini. 2010. Flowchart, Algoritma, dan Pemrograman Menggunakan Bahasa C++ Builder. Yogyakarta: Graha Ilmu 

ALGORITMA DAN NOTASINYA



Hai semua, kali ini saya akan membahas tentang algoritma dan juga notasinya. Seperti yang sudah saya post sebelumnya, algoritma adalah kumpulan urutan atau langkah yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Maka untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk algoritma ini, diperlukan notasi atau aturan yang mempermudah dan memperjelas langkah yang dibuat. Sebenarnya tidak ada notasi khusus untuk algoritma, setiap orang boleh menentukan notasi seperti apa yang akan dipakai, asalkan harus jelas sehingga dapat dengan mudah dipahami. Namun ada aturan/notasi yang umum dan sebaiknya digunakan dalam penulisan algoritma. Tiga notasi umum itu adalah kalimat deskriptif, flow chart, dan pseudocode.
 Kalimat deskriptif berarti kita menuliskan langkah-langkah itu secara langsung seperti menggunakan kalimat perintah. Tidak ada kaidah khusus, tetapi ada tanda yang biasa digunakan, seperti tanda panah ke kanan(<=). Arti tanda ini adalah nilai di ruas kanan diberikan pada operan di ruas kiri. Contoh penggunaan kalimat deskriptif untuk menghitung keliling segitiga siku-siku :
  1. mulai
  2. masukkan alas
  3. masukkan sudut
  4. sisi_miring <= alas / cos(sudut)
  5. tinggi <= sisi_miring . sin(sudut)
  6. K <= alas + tinggi + sisi_miring
  7. tulis K
  8. selesai
Flow chart adalah cara menulis algoritma dengan menggunakan symbol chart (gambar) dan garis panah (->) Simbol chart menunjukkan fungsi langkah pengerjaan. Sedangkan garis panah menunjukkan alir pengerjaan symbol chart.
Pseudocode merupakan cara penulisan algoritma yang tergolong lebih bebas karena lebih sedikit tata bahasa yang digunakan.  Pseudocode menjembatani antara bahasa manusia dengan bahasa komputer. Contoh  penggunaan pseudocode untuk membandingkan dua bilangan :
Mulai
Baca       data nilai A dan nilai B
Jika         nilai A>nilai B
     tulis “bilangan A lebih besar dari bilangan B
Bukan
      tulis “bilangan A lebih kecil dari bilangan B”
Akhir_jika
Selesai

Selain itu pada setiap algoritma selalu terdiri dari 3 bagian :
  1. Judul
Judul merupakan bagian nama yang menunjukkan apakah teks itu adalah program, prosedur, atau fungsi. Biasanya ditulis secara singkat. Contoh : Program Jumlah_Kehadiran
  1. Kamus
Kamus adalah bagian yang mendefinisikan : nama type, konstanta, variable, fungsi, prosedur, dsb. Nama-nama tersebut baru dapat digunakan jika telah didefinisikan terlebih dahulu dalam kamus. Dalam penulisannya, alangkah lebih baik bila sekumpulan nama dalam kamus dikelompokkan menurut jenisnya. Contoh :
Deklarasi :
Tinggi, Lebar : integer {input}
Keliling : float {output}
  1. Algoritma
Algoritma adalah bagian inti dari suatu algoritma yang berisi perintah-perintah yang mempengaruhi program.
Setiap langkah algoritma dibaca dari atas ke bawah. Urutan penulisan merupakan urutan pelaksanaan perintah. Contoh :
Deskripsi:
input(a,b)                        {menerima masukan 2 buah bilangan}
if a<b                              { operasi kondisional }
x<=a+b                     {x di assignment oleh nilai a dan b}
else
x<=a-b
output(x)                         {hasil keluaran berupa nilai x}

Pada setiap bagian tersebut, apabila ingin ditulisi sesuatu, misalnya komentar. Maka komentar itu harus ditulis diantara tanda{}. Notasi algoritma yang ditulis diantara tanda itu tidak akan diproses oleh program.

Contoh menghitung rata-rata bilangan dengan flow chart :











Daftar Pustaka:
Untoro Wisnu.2010.Algoritma dan Pemrograman dengan Bahasa Java. Yogyakarta : Graha Ilmu
B, Indra Yatini. 2010. Flowchart, Algoritma, dan Pemrograman Menggunakan Bahasa C++ Builder. Yogyakarta: Graha Ilmu